Rabu, 13 Juli 2011

Denganmu.........

Cinta apa yang Q rasakan ini…
Nafasku memberontak
Jantungku berdetak cepat
Dan rasanya…
Duniaku berputar lambat

Hanya kau yang ada….
Di pelupuk mataku
Di hatiku
Dan semua waktuku

Kembali Q bertanya,
Cinta apa ini…
Q ingin terus tersenyum
Mengajakmu ikut tersenyum
Menyingkirkan kesedihan
Mengalirkan Duka

Bersamamu aku kuat
Jauh darimu membuatku lemah
Dipeluk olehmu serasa mendapatkan sengatan listrik
Namun nyaman dan hangat
Q mencintaimu
Bahkan walau mereka menentangnya.....

Rindu ini


Kenapa Q merasa sepi
Padahal keramaian mengepungku
Kenapa air mata mendera
Padahal ledakan tawa mencerca

Senyum ini telah menguap
Mataku semakin sembab
Kini, air mataku semakin tak berarti
Tiap detik, menit, jam, hari
Mungkin hingga nanti Q mati
Rindu ini masih akan menyesakkan dada
Aku terbalut derita

Senin, 04 Oktober 2010

Drama Realita

            Haaahhh, rasanya legaaaa, mengingat apa yang terjadi tadi pagi. Kayake pas banget ama judulnya..
Gimana dak, belum juga mulai upacaranya bedakku udah luntur karena keringat. Bukan karena nyanyi, tapi karena upacara udah mulai tapi temen seperjuanganku se koor-an belum ada yang datang........OMG, rasanya...adem panas. Nah pas semua udah datang dan upacara udah imulai ama pambewa acara, si dirijen malah maih dandan...jantung rasanya mau loncat2.....Untungnya, pas si pembawa acara mengumandangkan "menyanyikan Hymne pengabdian" Si dirijen lari pontang panting. Kalo ikut kata salah satu sponsor, pas momentnya.....Legaa bangetttt...hehheehehe
            Nah, sindrom ndredeg (Deg-degan) Ternyata g cuma menjangkit kami aja...........ternyata menjalar juga ke pembaca tekad santri. Taukah kau apa yang terjadi????? Dia salah baca.........Oh Tuhan, ini menjadi upacara paling hanur se umur2..............hehehehe. Tapi g papa maklum lah....udah 3 tahun  pernah jadi petugas.............hehhehe