Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juli 2011

Denganmu.........

Cinta apa yang Q rasakan ini…
Nafasku memberontak
Jantungku berdetak cepat
Dan rasanya…
Duniaku berputar lambat

Hanya kau yang ada….
Di pelupuk mataku
Di hatiku
Dan semua waktuku

Kembali Q bertanya,
Cinta apa ini…
Q ingin terus tersenyum
Mengajakmu ikut tersenyum
Menyingkirkan kesedihan
Mengalirkan Duka

Bersamamu aku kuat
Jauh darimu membuatku lemah
Dipeluk olehmu serasa mendapatkan sengatan listrik
Namun nyaman dan hangat
Q mencintaimu
Bahkan walau mereka menentangnya.....

Rindu ini


Kenapa Q merasa sepi
Padahal keramaian mengepungku
Kenapa air mata mendera
Padahal ledakan tawa mencerca

Senyum ini telah menguap
Mataku semakin sembab
Kini, air mataku semakin tak berarti
Tiap detik, menit, jam, hari
Mungkin hingga nanti Q mati
Rindu ini masih akan menyesakkan dada
Aku terbalut derita

Selasa, 13 April 2010

Jangan pernah Kau beri aku gunung Mahameru
Karena yang kubutuhkan hanya segenggam debu
Jangan pernah kau berikan aku samudera asmara
Karena yang kubutuhkan hanya secangkir cinta

Aku tak membutuhkan kapal pesiar untuk mengarungi lautan
Karena sebatang pohon telah sanggup membawaku menuju pelabuhan harapan
Aku tak membutuhkan pesawat terbang untuk membawaku melayang
karena kepakan sayap cintamu telah mampu membuatku mabuk kepayang

Janganlah pernah kau berpikir aku membutuhkan harta yang melimpah
Karena sebuah senyum darimu telah mampu membuatku bahagia
Dan jangan pernah kau berikan seluruh hatimu untukku
Karena aku hanya bisa memiliki setengah hatimu dan setengahnya lagi untuk Tuhanmu
 AKU INGIN TERBANG...........!!!

Aku iri pada burung-burung yang terbang diangkasa
Aku hanya dapat menatap mereka dari balik jendela
Aku rindu kehidupan seperti mereka disana
Yang saling menyayangi tanpa rasa berbeda

Aku tahu Tuhanku sangat mencintaiku
Oleh karena itu Dia selalu mengujiku
Aku tahu semua ini kan berlalu
Karena aku tahu Dia akan membantuku

Tuhan, bilakah semua ini kan berakhir?
Aku takut tak kuat akan semua keadaan ini
Tuhan, mengapakah aku harus terlahir?
Jika hanya menjadi beban didunia ini

Jumat, 02 April 2010

TERSENYUMLAH

Jangan pernah terperangkap kesunyian
Jangan biarkan diri sendiri jadi korban
Semua pasti ada jalan
Menuju perubahan … Menuju kebahagiaan
Hidupkan hari dengan senyuman
Sebuah senyum pertama pada diri sendiri
Yang bertanda sebuah ketegaran hati
Lalu melangkahlah ke depan
Seiring dengan irama yang mengalun di hati

Menolehlah ke belakang
Seiring dengan gejolak yang mengoyak bersama kerisauan hati
Luluhkan diri dan biarkan ia mengalir bagai derasnya aliran sungai
Yanyikanlah melodi jiwa bagai heningnya suara sang malam yang sunyi
Kenalilah penderitaan dari kelembutan cinta…cinta yang suci
Sebuah rasa yang begitu indah itu

Sungguh diri kita bukanlah apa apa….
Kecuali hanyalah selaput berkilauan
Yang tak selalu mampu membalut segores luka
ukan pula secercah cahaya
Yang tak selalu bisa terangi kekecewaan yang meyakitkan
Melainkan setangkai bunga putih
Yang terkadang mekar juga layu seiring musim yang berganti
Tersenyumlah kembali … jangan sedih lagi
Rajut mimpi – mimpimu…wujudkan semua dengan percaya diri
Hidup butuh perjuangan … semua butuh pengorbanan
Dan yakinlah badai pasti akan berlalu……
Tentang Kerinduan

Demi malam ketika rasa sepi memagut resah bintang pada bulan
Biarkan aku ini terus memanggil manggil di kejauhan langit
Menatap kosong penuh peluh dengan hembus nafas tersesak
Dan menggigil dingin tersapu angin bersahutan dalam rinai hujan

Baru beberapa saat rasanya senja berarak tak kian berpamitan
Fajar tak juga membawa embun pada belaian pagi
Dan baru saja kemaren dekapan terasa hangat
Menyentuh pucuk – pucuk asmara
Merengkuhku dalam genggaman cintamu

Semakin hari pun sendu mengikis waktu di perasingan langkah
Merantai tangan dengan duri keindahan mawar yang tak terjamah
Lalu memenjarakan jiwa dalam gelora kerinduan yang bersenandung

Aku lelah mencumbui kerinduan ini, sayank…
Seringnya aku lewatkan lelap mengurai benang harap
Agar engkau lekas kembali saat aku terjaga
Namun ….
Aku hanya punya bekal mimpi semalam darimu
Untuk aku slalu simpan di perjalanan siang hingga petangku
Dalam penantianmu, sayank…

Ingin aku gulir waktu
Agar segera aku mengusap wajahmu; membelaimu
Membiarkanmu bersandar di dadaku
Mengurai resah dan gelisah oleh kusamnya waktu
Berbagi kasih dan cinta yang membelah jiwa kita
Merasai desah nafas dan detak jantungmu

Lalu aku bisikan perlahan di telingamu
Keindahan teratai yang tumbuh di tengah danau jiwa kita
Juga bahagia hari esok yang ingin kita lewati
Tentang cita-cita dan impian
Tentang besarnya cintaku untukmu

Ah kekasih, betapa aku tak bisa jauh darimu…

Di samping ku bayang jiwa nya terpancar dengan khidmat
Hangat tangannya terikat dalam batin
Ulasan senyumnya membekas di hati

Tak perlu lagi ulasan perjanjian,
Ikatan hati kian mengais jiwa dengan lembut
Perlahan, hati ku telah terbuka untuknya

Dia telah menjadi bagian hati kecilku
Setiap nafas ku dihiasi kasih nya tuk menyingkirkan keraguanku

Ku sadari, diri ini belum menjadi tempatnya bersandar
Tembok perbedaan membatasi kisah ini

Kan ku palingkan segala harap ku
Biarkan jarak membawa diri ini menjauh dari rengkuhan semu
Ku relakan waktu tuk menyusun kembali rangkaian hati yang telah luluh karna nya

Layakkah keraguan menghampiri jiwa
Nurani dan logika menari bersama

Tiada banyak waktu tersisa untuk mimpi cinta
Meski ku ingin tuk selalu disamping nya

Entah..

Minggu, 14 Maret 2010

Aku pergi tidak untuk meninggalkanmu
Karena ingin melepaskan beban dan kesedihanmu
Untuk melakukan segalanya demi kebahagiaanmu
Sungguh pun terasa berat langkah kepergian ini

Untaian hari akan begitu lama terlewati
Nanah dan ngilu dari luka cinta yang dulu pun terkoyak lagi
Gemuruh kerinduan berbunyi di tengah mendungnya hatii
Guntur tiba-tiba ikut menggelegar diiringi awan menangis rintik-rintik
Ungkapkan betapa gelapnya hati karena pelangi warnamu tak kunjung nampak
Hitam kelam menghujam hati yang luluh-lantak

Meski begitu, aku masih mencintaimu
Enggan berpisah denganmu
Nafasku tak sanggup bila meninggalkanmu
Cintaku akan mati denganmu
Impianku tiada arti tanpamu

Namun, ternyata aku justru membebanimu
Tak mampu menjagamu
Alamatkan banyak tangisan ke kelopak matamu
Ikatkan kesusahan di raut wajah cantikmu
Menutupi cerianya lesung pipi milikmu
Urutkan kesedihan yang seharusnya hanya untukku
Akankah cinta itu bukan beban…

Dan, aku t’lah banyak membebani kehidupanmu
Ijinkan aku melepaskan beban itu tanpa ragu-ragu
Sampai tak berbekas di hatimu
Tak perduli jika harus berpindah ke gudang penuh sesak di hatiku
Yang terpenting, kamu adalah kebahagiaan …
jangan menangis lagi,
meskipun kebahagiaan justru lebih bermakna setelah kita menangis…

Kamis, 13 Agustus 2009

taukah kau


walaupun hanya
seonggok bata merah
dan setumpuk kaca yang kusam
tapi.......
itulah rumahku

walaupun hanya
bongkahan kayu tua
dan serumpun ilalang
tapi.......
itulah istanaku....
bila bersamamu

Rasa Cinta


Kujelajahi jengkal demi jengkal kehidupan
kurasakan kecap demi kecap rasa kehidupan
semua terasa biasa
ada suka
ada duka
namun tiba-tiba kurasakan sesuatu yang lain
suatu rasa yang indah dan hangat
antara suka dan duka
terselip suatu rasa
itulah cinta
cinta akan selalu menempatkan dirinya yang indah dan nyata
diantara rasa kehidupan yang lain

Asa

goresan tinta ini
menorehkan semua kelukaan
menggumpal di kertas suci
mengotori hati ini
saat tangan mulai melukis
setetes salju mencairkan
luka lama yang telah menggumpal
menetes di sudut mata