Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 September 2010

Coretan seorang anak Ibuk……!!!


          Disini Aku hanya ingin membagi kisah, sebuah kisah tanpa ujung yang telah coba aku ringkas dan aku sederhanakan. Tapi jujur Aku gagal. Aku bukanlah seorang penulis handal sekaliber JK Rowling yang punya daya imajinasi yang kuat. Bukan Pula Habiburrahman Al Shirazy yang begitu pandai dalam menulis syair yang mendayu-dayu. Aku hanyalah anak dari seorang Ibu paling hebat diantara semua Ibu hebat yang ada di Dunia ini. Aku hanya anak ibu. Tulisan ini lebih mengarah seperti sebuah surat yang ingin aku berikan pada ibuku, namun aku malu dan takut untuk mengirimkannya. Biarlah nanti Ibu sendiri yang akan menemukannya……………………………
          Ibu, Aku tak pernah ingat bagaimana rupaku saat pertama kali di lahirkan. Aku juga tak pernah tahu bagaimana masa kecilku yang nakal. Tapi satu hal yang ingin aku beritahukan kepadamu. Aku sangat menyayangimu. Aku sangat menyayangimu dan Aku benar- benar mencintaimu. Aku bingung ingin memulai ini darimana. Keberadaanmu begitu menyejukkan hatiku. Aku ingat pada suatu saat kau harus tinggal di rumah Mbah, karena Mbah Putri sakit, Aku begitu kelimpungan di Rumah sendirian. Memang benar ada Ayah yang menemaniku, tapi rasanya beda. Berbeda karena tak ada yang mengomel ketika aku bangun kesiangan, tak ada yang memarahiku saat aku tak berhenti menonton tv. Ada rasa hampa, dan kosong. Kemudian saat kau kembali ada di Rumah, rumahpun seperti kembali hidup. Aku ingin bertanya padamu ibu, kekkuatan dahsyat apa yang kau miliki, sehingga kau bias membuat rumah menjadi sangat hangat begitu kau ada.
          Ibu andaikan kau tahu, aku menulis ini dengan mata merah. Tanpa kusadari tetesan air mata jatuh di pelupuk mataku. Dan aku tak peduli, padahal aku menulis ini di sebuah warnet yang ramai, aku sadar banyak pasang mata yang heran melihat aku menitikkan air mata. Tapi aku tak peduli, aku jadi benar-benar kangen padamu bu. Entah kenapa aku jadi ingin pulang, sudah terlalu lama aku tak memelukmu. Ya, hanya setahun sekali aku memelukmu. Saat Idul Fitri, sebenarnya aku ingin memelukmu setiap kali Aku berangkat ke pondok tapi aku terlalu malu. Maafkan aku Bu, Aku hanya merasa malu untuk memelukmu hanya karena kaumerasa bahwa aku sudah besar. Padahal tidak, Kau salah, aku masih tetap anakmu. Aku anakmu yang masih ingin selalu kau peluk setiap hari.
          Ibu, aku ingin bertanya satu hal lagi, motivasi apa yang bias membuatmu begitu tegar? Begitu kuat dalam mengarungi kehidupanmu? Mendampingi Ayah, mendidik dan mengasuh kami ketiga anak-anakmu yang nakal dan benar-benar menguras emosimu setiap waktu. Jika saja kau punya facebook buk, aku pasti akan memberikan bermilyar jempol untukmu……..hmm, ya, mungkin itu juga masih belum Cukup. Mengingat jadwal mu yang padat, mulai dari mencuci, memasak, membersihkan rumah, mengantar kami ke sekolah, Aaahh, begitu banyak kegiatanmu, kau bagaikan seorang artis di hatiku.
Pernah suatu saat aku terbangun dari tidur, aku masih sangat ingat waktu itu pukul 2 malam, Aku haus, namun aku tak melangkahkan kakiku ke dapur. Aku melihatmu sedang sholat………dan menitikkan air mata. Ingin sekali aku bertanya padamu saat itu, tapi aku takut, jujur dulu kau adalah ibu yang galak……….namun ketika usia mulai merangkak naik, aku baru tahu. Itulah kekuatanmu Ibu……kau selalu mengumpulkan kekuatanmu dari Allah di setiap malam. Sendirian kau memompa semangatmu untuk hari esok pada malam harinya. Aku salut padamu Ibu…….Kau benar-benar jelmaan malaikat. Sekarang, detik ini aku jadi membayangkan apa yang sedang kau lakukan di rumah???
           Buk, bulan ini, Bulan puasa bukan??? Aku ingin meminta maaf kepadamu, jujur aku akan bilang padamu. Aku lebih takut pada Ayah daripada denganmu………..Aku tau itu salah. Rosulullah sendiri bersabda, bahwa kita sebagai umat yang telah kau kandung selama 9 bulan dengan menahan sakit, umat yang telah kau didik sedari kecil. Harus menghormatimu 3X lebih mulia dibandingkan ayah. Maafkan aku Ibu…………………..sebenarnya kesalahan ini adalah karena kau juga, kau sebagai seorang ibu terlalu baik pada ku dan pada adik. Kau selalu mengabulkan permintaan kami, Kaulah yang menenangkan kami ketika ayah sedang bad mood, kau juga yang selalu ada ketika kami butuh bantuan. Maafkan kami ibu, Aku mewakili adik-adik untuk meminta maaf juga padamu.
          Apakah ibu masih ingat? Dulu awal mula aku masuk pondok? Pada saat kelas satu, aku juga pernah mengirimimu surat, benar, hanya surat yang dikirimkan seorang anak yang benar-benar kangen dan ingin pulang ke rumah…… Cengeng ya? Tapi jika ingat surat itu, aku juga ingin menangis buk!!! Aku menulis surat itu di kamar mandi. Apa kau percaya??? Aku menulisnya di kamar mandi karena aku malu harus menangis di depan temen-temen………
          Dan sekarang buk, 2 bulan lagi aku akan menginjak umur 20 tahun. Apa yang sudah aku berikan padamu? Tak ada……Aku belum bias memberikan apapun padamu ibuk..Maafkan anakmu ini. Aku tahu doamu selalu bersamaku. Aku merasakannya….Buk, ada satu pertanyaanku, Apakah aku bias sepertimu kelak jika aku sudah menikah? Bisakah aku mengayomi keluargaku dengan segala kasih saying dan ajaran yang baik untuk semua anak-anakku kelak? Aku takut membayangkan hal itu…..Ibuk, tetap bimbinglah aku....kemaren, sekarang dan kelak jika aku memang harus tinggal terpisah darimu………..
          Buk, berbahagialah kau sekarang, tak usah terlalu berfikir terlalu keras. Kami anak-anakmu sudah dewasa. Dan atas ajaranmu, kami akan sekuat tenaga belajar untuk hidup mandiri. Hidup tanpa harus meminta darimu dan ayah lagi. Ya, walaupun katamu kalian tetap tak tega bila tak memberi kami uang saku……..
Tetaplah menjadi ibuku yang paling hebat, tetaplah jadi ibukku yang paling cerewet, tetaplah jadi ibuk yang galak, dan tetaplah jadi malaikat kami……Karena kaulah satu-satunya orang yang mengenal kami dengan sangat-sangat-sangat dan sangat baik……..Kami mencintaimu buk………selalu…selamanya…………



Ttd



(Anak-anakmu)






Jumat, 02 April 2010

        WANITA adalah....................  

            Wanita adalah mahluk ciptaan tuhan yang tahan banting, kesabarannya jauh di atas lelaki. Dia akan menjadi setia jika dia merasa nyaman dan ada yang melindungi dia. Karena kelemahannya adalah dia perlu tempat bersandar jika lelah dan berteduh jika kehujanan atau kepanasan yang menyayanginya lahir dan bathin. Lelaki yang bisa memberikan nasehat, perhatian seperti pohon yang berdiri kokoh dengan daun yang rindang tanpa lelah memberikan keteduhan bagi yang bersandar dan berteduh dibawahnya, maka dia akan selalu memenangkan hati wanita.
           Wanita akan tidak nyaman dengan lelaki yang tidak punya pendirian apalagi sering memarahi wanita. Ibaratnya perahu dengan penumpang dan nahkodanya. Jika penumpangnya adalah wanita maka nahkoda adalah lelaki itu sendiri, penumpang akan nyaman jika dia tahu nahkodanya akan membawa dia kemana, saat badai menerpa ditengah laut kehidupan disitu penumpang ini butuh keyakinan dari nahkodanya jika dia akan baik-baik saja. Tanpa harus berkata tetapi dengan langkah-langkah pasti dari penyelamatan yang dia rencanakan dan lakukan maka penumpang ini akan percaya kalau dia ada di perahu yang tepat. Wanita suka pujian dan juga mengargai koreksi jika disampaikan dengan penuh kasih sayang.

 Big mistakes of small talk !!!!

Banyak pertengkaran datang dari kesalahan berbicara, baik kita sadari ataupun tidak. Memang, menurut semua orang, bicara adalah hal yang sepele....setiap hari, setiap saat ketika kita ingin berinteraksi dengan orang lain kita pasti bicara. Namun banyak kesalahan fatal yang juga terjadi jika kita sedikit saja salah bicara. Hanya dengan ucapan, salah bisa menjadi benar, dan benar menjadi salah. Perceraian, pemecatan, pengucilan di masyarakat, bahkan perang adalah contoh kejadian yang bisa datang dari kesalahan ini.
Bukankah kita pernah mendengar pepatah mengatakan........Lidah lebih tajam daripada pedang!!!! Menurut riset, kesalahan ini umumnya diawali dengan rasa curiga, prasangka buruk, dan ketidak beranian mengungkapkan yang sebenarnya pada yang bersangkutan. Akhirnya main belakang adalah jalan yang ditempuh.




(bersambung............)

Kamis, 13 Agustus 2009

Sebelum kita mengeluh....!!!!

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak
dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak
punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di
jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon
kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu
cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan
tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang
menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Bersyukurlah.........

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk berterima kasih padanya.
Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Tersenyumlah dengan wajar .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Dan Saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu seumur hidup (suami / istri) kita,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari.

Cermatilah......!!!


Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu
bukan pilihan, itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah
kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan
segala kekurangannya, itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang
terjadi, itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih
menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih
untuk mencintainya, itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang mungkin
sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung
pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada
seseorang yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu.
Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk
mendapatkannya, atau tidak...

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan
tetap bersama pasangan jiwa kita adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk
dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna
dengan cara yang sempurna.


JANGAN BOSEN YACH!!!!